belajar ilmu statistika

statistikawan

ANOVA (analisis of Varians)

ANOVA
Prinsip varian bekerja menurut perbedaan varian masing-masing kelompok data.Varian tersebut merupakan rerata kuadrat skor simpangan atau skor deviasinya.skor simpangan ini adalah perbedaan setiap skor dari rerata kelompoknya(Ariyanto,2005).
Istilah mean of squares dalam ANOVA tidak lain adalah rerata kuadrat skor simpangannya yang menunjukkan variansi suatu distribus yang diamati.Mean of squares ini diperleh dari jumlah kuadrat skor simpanganya atau yang dikenal dengan istilah Sum of Squares dibagi dengan jumlah sampelnya(Ariyanto,2005).
Untuk menguji hipotesis,ANOVA melakukan perbandingan antar variansi antarkelompok (yang dikenal dengan istilah Mean of Squares Between Groups ) dengan variansi dalam kelompok(yang dikenal Mean of squares within Groups ) .Hasil perbandingan tersebut (F hitung) kemudian diuji signifikannya untuk mengetahui penerimaan atau penolakan dari hipotesis yang diajukan.Hipotesis yang diuji adalah hipotesis nihil(Ho) sesuai dengan kaidah umum yang disepakati(Ariyanto,2005).

1 ANOVA 2 ARAH
Sejauh ini kita telah mendiskusikan analisis varian satu jalan.Dengan menggunakan teknik ini kita dapat membandingkan beberapa rata-rata yang berasal dari beberapa kategori atau kelompok untuk satu variable perlakuan.Bagaimanapun,keuntungan teknik analisis varian adalah memungkinkan untuk memperluas analisis pada situasi dimana hal-hal yang sedang dikukur dipengaruhi oleh dua atau lebih variable,misalnya:
1.Kita membandingkan pencapaian jumlah kilometer per satuan waktu dari bahan bakar yang diberi tambahan dua jenis zat additive pada tiga jenis mobil.
2.Kita membandingkan efek dua jenis program pelatihan dan frekuensi sesi-sesi pelatihan terhadap produktivitas kerja.
3.Kita membandingkan perbedaan-perbedaan harga di antara tiga supermarket menurut jenis-jenis item produk(Sarwoko,2007).
Efek-efek utama dari suatu variable perlakuan tertentu berhubungan dengan rat-rata respons pada tingkat-tingkat yang berbeda dari variable tersebut tanpa mempertimbangkan faktor atau variable lain.Sementara efek interaksi terjadi apabila respons-respons yang berbeda pada level-level dari suatu variable perlakuan tertentu dihubungkan dengan level-level dari variable yang lain.Dengan kata lain,ada kerjasama antara dua atau lebih variable perlakuan dalam mempengaruhi variable terikat(Sarwoko,2007).
Metode ANOVA 2 arah untuk variable univariat merupakan pengembangan dari ANOVA,dengan asumsi hubungan antara faktor/kovariat (Singgih,2012).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s